What's in this blog

I don't tell you a lot about theories, you can Google them easily. I tell you about my opinion, which can affect your opinion and open your mind about marketing and branding.

Jumat, 15 Mei 2015

AEON Mall - Jepang di Indonesia

Sudah beberapa minggu ini setiap hari Minggu pagi saya bela-belain ke gereja jam 7.30, padahal biasanya jam 9.30. Setelah itu saya beli sarapan dibungkus lalu langsung pulang. Semua demi menonton acara baru di Net TV yang berjudul "Nippon Keren Deh". Acara ini menampilkan Indra Bekti dan Haruka JKT 48 yang berjalan-jalan di Jepang. Mereka pergi ke pusat perbelanjaan, makan di tempat-tempat kuliner yang terlihat enak, dan mengunjungi tourism attractions lain. Saya sangat suka acara ini. First of all saya sangat tertarik dengan budaya Jepang. Saya suka lingkungannya, orang-orangnya, makanannya, dan barang-barang yang dijual disana. "Nippon Keren Deh" menyajikan dokumentasi jalan-jalan yang dikemas dengan sangat menarik, mulai dari tata cara pengolahan videonya, sampai lagu-lagu dan grafisnya.

Ini episode pertama dari "Nippon Keren Deh"




Sponsor utama dari "Nippon Keren Deh" adalah AEON Mall. Setiap jeda iklan, iklan AEON Mall ditayangkan dua kali, setelah dan sebelum acara dimulai. AEON Mall akan melakukan grand opening cabang mall pertamanya di Indonesia, yaitu di BSD City. Untuk ekspansinya ke Indonesia, AEON Mall bekerja sama dengan Sinarmas Land. Dengan jargon "From the Heart of Japan", AEON Mall merupakan mall pertama di Indonesia yang berasal dari Jepang dan berkonsep Jepang, mulai dari interior sampai store-store yang ada di dalamnya.

Ada 47 toko di dalam AEON Mall yang berasal dari Jepang. AEON Mall juga membuat Ramen Village, semacam foodcourt khusus ramen. Masih banyak lagi kuliner dan restoran Jepang yang ada di dalam AEON Mall. AEON Mall menghadirkan suasanya mall Jepang di Indonesia. Konsumen dapat merasa seolah berada di Jepang. AEON Mall menawarkan lifestyle yang baru dengan target market segala usia. AEON Mall ingin menjadi mall dimana keluarga bisa berkumpul bersama dan have their quality time.

Mall tematik seperti ini belum menjamur di Indonesia. Keunikan AEON Mall ini membuat AEON Mall dengan mudah mendapatkan top of mind sebagai mall yang bernuansa Jepang. Bandingkan dengan saat kita mengatakan "restoran Jepang", brand yang terasosiai pasti sangat bermacam-macam dan berbeda-beda tiap orang. Ada yang akan menyebut Sushi Tei, Marugame Udon, dan lain-lain. Sebuah brand harus menjadi top of mind dalam benak konsumen.

Bukan berarti AEON Mall bisa selamanya menjadi top of mind saat diasosiasikan sebagai mall Jepang di Indonesia. Competitors pasti ada dan pasti bertambah. Sekarang AEON Mall bisa unggul karena dia adalah pelopor dan belum mempunyai saingan. Tanpa mempertahankan kualitas dan adaptasi dengan perubahan yang terus terjadi, predikat top of mind itu bisa bergeser.







1 komentar: